Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More




Tampilkan postingan dengan label Chelsea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chelsea. Tampilkan semua postingan

28.5.12

Kontak baru Petr Cech di Chelsea hingga 2016


London - Penampilan gemilang Petr Cech di musim ini berbuah manis ketika Chelsea memutuskan memberikan perpanjang kontrak baru selama empat tahun bagi kiper asal Republik Ceko itu.

Cech musim ini boleh dibilang penampilannya naik turun meskipun akhirnya mampu bangkit di empat bulan terakhir musim 2011/2012 seiring kedatangan Roberto di Matteo sebagai caretaker menggantikan Andre Villas-Boas.

Boleh dibilang keberhasilan Chelsea meraih titel Liga Champions dan Piala FA musim ini tak lepas dari peran Cech di bawah mistar. Terutama di laga final kontra Bayern Munich lalu di mana ia berhasil menepis penalti Arjen Robben dan dua pemain Bayern di babak adu penalti.

Atas performanya itu Cech pun akhirnya diberi kontrak baru yang akan menahannya di Stamford Bridge hingga tahun 2016. Sejak pindah dari Rennes delapan tahun lalu, Cech langsung jadi pilihan utama di posisi penjaga gawang.

Dia sudah membuat 369 penampilan di seluruh kompetisi dan mempersembahkan tiga titel Premier League, empat titel Piala FA dan dua Piala Liga Inggris serta dinobatkan sebagai pemain terbaik klub musim lalu.

"Saya sangat senang menjadi bagian dari klub hebat ini untuk empat tahun mendatang," tukas Cech di situs resmi tim.

"Saya berharap empat tahun ke depan akan sama suksesnya seperti delapan tahun terakhir saya di klub ini," pungkas kiper berusia 29 tahun itu.
sumber: sport.Detik.com ( mrp / mfi )

21.5.12

Musim depan Drogba pindah ke Shanghai Shenhua

Musim depan Drogba pindah ke Shanghai Shenhua

London - Didier Drogba telah membuat keputusan mengenai masa depannya. Penyerang Chelsea itu mengungkapkan bahwa dirinya akan hengkang saat kontraknya habis pada musim panas ini.

Drogba menjadi salah satu kunci sukses Chelsea dalam meraih dobel gelar di musim ini. Ia tampil oke saat timnya menjuarai Piala FA dan menjadi pahlawan kala 'Si Biru' merengkuh gelar Liga Champions untuk kali pertama.

Namun tampaknya itu lah kontribusi terakhir penyerang berusia 34 tahun itu buat Chelsea. Ia telah mengatakan keputusannya itu kepada rekan-rekan se-timnya saat melakukan parade trofi pada Minggu (20/5).

"Kami tidak akan bersama di musim depan," ucap Drogba yang dikutip France Football.

Pesepakbola internasional Pantai Gading ini disebut-sebut telah sepakat untuk bergabung klub China, Shanghai Shenhua, dan mengakui sulit mengucap kata perpisahan.

"Karena saya sudah memutuskan, saya ingin mengatakan kepada mereka (tim) secara langsung. Hanya saja saya tidak sanggup. Mereka membuat saya menangis. Bahkan sudah selama tiga tahun saya bilang ingin pergi, sulit mengakui bahwa ini akhir dari saya dengan klub. Terutama bahwa saya tak menginginkan akhir seperti ini."

"Tapi saya tidak berencana duduk di bangku cadangan melihat orang lain bermain di saat klub berencana membangun tim yang baru."

"Jadi sekarang saya menyiapkan diri untuk melangkah ke arah yang tidak diketahui. Itu akan menjadi petualangan yang baru," pungkas pemain yang direkrut dari Marseille pada 2004 silam.

Keputusan Drogba turut dilatar belakangi oleh penolakan kubu The Blues untuk memberikan perpanjangan kontrak selama dua tahun yang diinginkan oleh sang pemain. Demikian diwartakan Mirror.
Sumber: sport.detik.com (rin/mfi)       

Chelsea dari Kesebelasan kelas 2 jadi Raja London

Chelsea dari Kesebelasan kelas 2 jadi Raja London
Sampai dengan 10 tahun lalu, Chelsea sebenarnya tidak masuk dalam kategori dua besar dalam peta persaingan sepakbola tradisional di London. Arsenal dan Tottenham Hotspurs selama ini dikenal sebagai jagoan yang mewakili ibukota Inggris tersebut.

Namun, keberhasilan Chelsea menjadi juara Liga Champions sudah sah lah bila mereka menyebut diri sebagai Rajanya London. Keberhasilan Chelsea mengalahkan Bayern Muenchen hari Sabtu di Muenchen menjadikan mereka klub pertama di London yang bisa merebut gelar paling bergengsi di Eropa tersebut.

Banyak penggemar Arsenal dulunya berharap bahwa mereka akan bisa melakukan hal tersebut, namun impian belum menjadi kenyataan sampai sekarang. Bila Arsenal dan Tottenham Hotspurs yang berlokasi di daerah London Utara memang sudah lama mendominasi peta persepakbolaan London, Chelsea dahulunya duduk di strata dua, bersama dengan klub seperti Fulham (yang jarak stadionnya hanya 1-2 kilometer dari markas Chelsea di Stamford Bridge), West Ham, Charlton Athletic, Queens Park Rangers, dan dulunya Wimbledon.

Dengan stadion mereka Stamford Bridge yang dulunya berada di daerah pemukiman padat penduduk di kawasan London Barat, maka basis pendukung Chelsea tidaklah bisa besar seperti Arsenal dan Spurs. Namun keadaan itu perlahan berubah, ketika pemilik Chelsea Ken Bates menjual Chelsea kepada miliuner asal Rusia Roman Abramovich di tahun 2003.

Sebelum kedatangan Abramovich, Chelsea sudah mulai menggeliat, dengan mendatangkan pemain-pemain "hebat" dari Eropa seperti Ruud Gullit dan Gianluca Vialli, namun keberuntungan mereka barulah benar-benar berubah di era Abramovich.

Ditambah dengan hadirnya manajer Jose "The Special One" Mourinho, Chelsea mulai memantapkan langkah mereka dengan menjuarai Liga Primer Inggris pertama kalinya di tahun 2005 dan kemudian diulangi lagi setahun kemudian. Tapi sekali lagi para penggemar sepakbola tradisional Inggris (atau paling tidak London) masih belum bisa menerima "keberhasilan" Chelsea. Ini disebabkan prestasi itu dianggap karbitan, dari dana berlimpah yang dikeluarkan oleh Abramovich.

Dan Abramovic,walau jarang tampil memberi keterangan langsung kepada pers juga dikutip berulang kali mengatakan kepuasan tertingginya adalah bila Chelsea menjadi juara Liga Champions.

Menjadi juara Liga Utama ataupun juara Piala FA adalah pencapaian biasa, pencapaian yang memang sudah seharusnya diraih oleh klub tersebut. Sekarang keberhasilan mereka di tahun 2012, menjadi juara Liga Champions membuat para penggemar Chelsea boleh merasakan bahwa mereka sudah sampai, dan mereka sudah pantas menyebut diri sebagai kekuatan yang tidak tertandingi di London.

Sejak dibeli Abramovich, Chelsea sudah tiga kali menjadi juara Liga Utama (2005, 2006, 2010), empat kali merebut Piala FA (2005, 2006, 2009, dan 2012), dan juara Liga dua kali (2005 dan 2007), dan sekarang menjadi juara Liga Champions.

Dalam survei mengenai siapa saja yang pantas disebut sebagai musuh tradisional mereka, penggemar Chelsea menempatkan Arsenal dan Tottenham Hotspurs di peringkat pertama dan kedua disusul Manchester United.

Dengan Arsenal belum pernah mendapatkan gelar apapun sejak tahun 2005, tampaknya peruntungan kedua klub berubah terbalik arah sejak Abramovich membeli Chelsea di tahun 2003.
sumber: KOMPAS.com

Didier adalah big game player

Didier adalah big game player

London - Dengan kontrak yang akan segera habis, masa depan Didier Drogba di Chelsea pun dispekulasikan. Namun, kubu The Blues menyatakan mereka akan membicarakan kontrak baru dengan Drogba pekan ini.

Drogba tampil sebagai pahlawan Chelsea pada laga final Liga Champions akhir pekan lalu. Sebuah golnya di menit 87 membuat Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Kemudian, pada babak adu penalti, eksekusinya menentukan kemenangan 'Si Biru' atas Bayern Munich.

Segala kepahlawanan di final Liga Champions itu masih ditambah fakta bahwa ia juga tampil oke pada final Piala FA beberapa pekan sebelumnya. Wajar kalau kemudian kontrak baru diperkirakan tinggal menunggu waktu saja.

"Didier adalah big game player dan dia melakukannya sekali lagi," ujar chairman Chelsea Bruce Buck kepada Sky Sports.

"Ron Gourlay (chief executive Chelsea) akan berbicara dengan agennya pekan ini dan kita lihat saja bagaimana hasilnya."

"Saya pikir, kami harus melakukan yang terbaik untuk Chelsea dan Didier harus melakukan yang terbaik untuk dirinya. Jadi, kita lihat bagaimana hasil pembicaraannya nanti," tukas Buck.

Ketika ditanyai soal kontrak usai final di Allianz Arena, Drogba masih mengelak. Ia mengaku kesulitan untuk berpikir hal lain dalam suasana penuh euforia kemenangan seperti itu.

"Anda tak akan bisa membuat keputusan pada saat-saat emosional seperti ini," ucapnya.
sumber: sport.detik.com ( roz/a2s)



The Origins of Football History

The Origins of Football History The contemporary history of the world's favourite game spans more than 100 years. It all began in 1863 in England, when rugby football and association football branched off on their different courses and the Football Association in England was formed - becoming the sport's first governing body. Both codes stemmed from a common root and both have a long and intricately branched ancestral tree. A search down the centuries reveals at least half a dozen different games, varying to different degrees, and to which the historical development of football has been traced back. Whether this can be justified...

Football Legend: Pele "Edison Arantes do Nascimento"

Football Legend: Pele "Edison Arantes do Nascimento" Originating from humble beginnings, Pelé is undoubtedly a football icon. Considered by the majority of football critics as the greatest football player of all time, Pelé's illustrious career shows the inherent talent of one born to dominate in his sport, and a genius in tactics, and ability. Pelé's career, stretching from the 1950's to 1970's yielded impressive records, and victories. He is renowned for his deft dribbling, quick passes, pacing, power shots, goal scoring techniques, and heading ability. His abilities in tactical manuever were put to best use in theplaymaker position. Notable...

Manchester City History

1880 St Mark’s Church forms a football team which would later evolve into MCFC. 1884 The first known ‘City shirt’ is created – in black, with a Maltese-style cross. Some say this is because of the club’s strong links with Freemasonry in the 1880s, others believe the white cross proves the link with St Mark’s was still strong. 1887 St Mark’s team evolves into Ardwick AFC and moves to Hyde Road. 1889 An explosion at the nearby Hyde Road coal mine results in the death of 23 miners – Ardwick and Newton Heath play a friendly match under floodlights in aid of the disaster fund. 1892 The second division of the English Football League...

Real Madrid History

1900-1910 The first decade of the 20th Century was taken over by events related to Real Madrid, establishing the Club as the banner of the incipient Spanish football scene. The rough first pitches, the establishment of football federations, the first official title, their international debut... All this was promoted by Carlos Padrós, President of Madrid Football Club and a decisive figure in the strong rooting of the sport in Spain. Sky, direct precedent At the start of 1897, young students at the Institución Libre de Enseñanza formed a sports group they named Football Club Sky. It was the direct precedent of Madrid Football Club. Julián...

FC Barcelona History

FC Barcelona, founded in 1899 by a group of young foreigners living in Barcelona, was the result of the increasing popularity of football, and other British sports, across Europe. These origins have conferred upon the Club its intercultural identity, multi-sport focus and its deeply-rooted allegiance to Barcelona and Catalonia. The foundation of the Club coincided with a time when people were becoming interested in playing sport in Catalonia; this social context and Catalonia’s idiosyncratic culture led to the creation of a new model of modern leisure. Joan Gamper, the Club’s founder, was the inspiration and driving force behind the Club’s...
 
Powered by Blogger